Kamis, 05 April 2018

MAHASISWA JAMBI BERAKHIR NELANGSA IBLISQQ

 
Sebut saja namanya Ayu. Gadis 19 tahun ini tercatat sebagai salah satu mahasiswi di perguruan tinggi di Jambi. Layaknya gadis sebayanya, Ayu pun mendambakan dapat merasakan drama percintaan nan romantis, indah sekaligus bahagia pada akhirnya.

Buat mewujudkan kisah cinta itu, Ayu mulai mencoba membuka pintu hatinya untuk seorang pemuda. Tak butuh waktu lama, paras Ayu yang memang ayu menjadikan banyak pemuda layaknya kumbang tergoda sang bunga.

PEMBUNUH SOPIR TAXI ONLINE SERAHKAN DIRI IBLISQQ

Liputan6.com, Palembang - Satu lagi tersangka pembunuhan sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), terungkap. Tyas Dryantama (19), menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu, 31 Maret 2018, sekitar pukul 19.30 WIB. Tyas adalah mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Sriwijaya (Unsri).

"Tersangka Tyas menyerahkan diri ke Polda Sumsel diantarkan oleh bapak kandungnya sendiri," ucap Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel), AKBP Azis Andriyansyah, Minggu (1/4/2018), dilansir Antara.

SULIT NYA UNGKAP MISTERI KEMATIAN EKS IBLISQQ

Liputan6.com, Jakarta - Misteri penyebab kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara Kombes Purnawirawan Agus Samad belum terpecahkan. Polri masih kesulitan mengungkap tabir kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, berbagai cara telah dilakukan penyidik untuk mencari benang merah kasus kematian Agus. Namun, langkah-langkah yang dilakukan belum menemukan titik terang."Beberapa hal yang kita lakukan ternyata belum cukup untuk menyatakan penyebab kematian eks Wakapolda Sumut," ujar Frans saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Saat ini, ucap dia, penyidik menelusuri orang-orang dekat korban untuk dimintai keterangan. Penyidik bahkan mendatangi saksi-saksi tersebut ke daerah Bali, Banyuwangi, dan Blitar.

"Untuk menunjukkan polisi tidak tergesa-gesa, untuk memastikan yang bersangkutan dibunuh atau bunuh diri. Karena kasusnya agak rumit," kata Frans.

Keterangan saksi-saksi tersebut dibutuhkan untuk dicocokkan dengan bukti dan temuan yang telah diperoleh. Polisi juga masih menunggu satu lagi bukti ilmiah terkait kasus kematian mantan Wakapolda Sumut tersebut. 

"Ada satu lagi data yang belum keluar, data Inafis dari Mabes Polri," ucap Frans.

KORBAN PEMBUNUHAN PONDOK LABU IBLISQQ

Liputan6.com, Jakarta - Korban pembunuhan di Pondok Labu sempat mengalami kecurian sehari sebelum perisitwa nahas itu. Hal tersebut diungkap tetangga korban, Ahmad Syarnobi.

"Cerita ibunya (istri korban) Rabu kemarin kemalingan jam setengah 10 pagi. Ada orang masuk dari pagar," kata Ahmad di lokasi kejadian Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).Pada kejadian itu, pelaku berhasil kabur. Uang Rp 3,2 juta dibawa pelaku.

Pembunuhan terjadi selepas magrib, Kamis. Saat itu, korban dan istrinya sedang membaca Alquran.
Istrinya mengaji di kamar belakang, sementara korban di ruang tamu.
Tiba-tiba korban berteriak meminta tolong. Istrinya keluar kamar melihat suami sedang dianiaya pelaku pembunuhan.

Ia lantas lari lewat pintu belakang. "Enggak sempet dikejar pelaku. Kata ibunya pelakunya ada satu orang," kata Syarnobi.

TAK TERIMA DIHUKUM 5 TAHUN PENJARA IBLISQQ

Liputan6.com, Jakarta - Salman Khan dianggap melanggar hukum setelah membunuh hewan yang dilindungi di India. Salman Khan pun terseret ke meja hijau, berhadapan dengan warga sekitar yang menjadi saksi.

Mereka tak suka melihat Salman Khan yang membunuh rusa langka tersebut. Padahal, jelas-jelas, salah satu jenis rusa yang hidup di India itu dilindungi.Akibatnya, Salman Khan terancam hukuman bui hingga lima tahun. Bahkan, kabar terbaru menyebutkan, Salman Khan bisa saja dihukum sampai enam tahun.

PERMEN YANG DIKOMSUMSI BALITA DIPASTIKAN BUKAN NARKOBA IBLISQQ

Jakarta: Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto memastikan permen yang dikonsumsi balita di Riau tidak mengandung narkoba. Kepastian ini didapat setelah Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Riau memeriksa ulang urine dan permen yang dikonsumi. 

"Negatif hasilnya BPOM, Puslabfor juga. Sampel makanan, darah dan urine juga negatif," beber Eko di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu, 4 April 2018.Eko menyebut pengujian urine bukan hanya dilakukan kepada balita tetapi juga kepada ibunya. Hasilnya sama, urine si ibu negatif narkoba. 

Terkait hal itu, Eko mengaku sudah memerintahkan Direktur dan Kasat Narkoba setempat untuk berkoordinasi dengan Kepala Rumah Sakit Meranti. Tempat dilakukannya pemeriksaan pertama dengan hasil positif narkoba.

"Saya suruh minta alat tes urine yang digunakan RSUD Meranti supaya kita bisa ketahui itu laik pakai atau tidak," imbuh dia. 

Eko menyebut, terkait adanya perbedaan tes urine ini, perlu dilakukan pemeriksaan pada orangtua balita untuk memastikan makanan lain yang dikonsumsi. Dia menduga si balita mengonsumsi makanan lain sebelum memakan permen.

"Siapa tahu dia minum obat batuk, obat sakit paru-paru. Itu kan mengandung zat narkotika juga. Yang jelas, permen itu tidak mengandung narkotika," tandas dia. 

JENNIFER DUNN TERLILIT 3 PASAL IBLISQQ

Kapanlagi.com - Sidang perdana kasus narkoba yang melilit Jennifer Dunn telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018), sekitar pukul 15.25 sampai 15.40 WIB. Aktris sekaligus model itu tak tampak tegang sama sekali.

Hal tersebut senada dengan pernyataan yang sempat diutarakan kuasa hukum Jennifer Dunn sebelum sidang dimulai. "Kondisinya sudah siap lahir dan batin untuk mengikuti proses persidangan hari ini. Enggak (takut), biasa saja," ujar Pieter Ell.

Selama persidangan, Jennifer Dunn menundukkan kepala seraya memerhatikan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nova. Sesekali, ia tampak tak nyaman dengan udara panas di dalam ruangan sidang seraya mengusap keringat di wajahnya.